Ketika mengalami stres, tubuh menghasilkan hormon yang disebut kortisol. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal. Fungsinya membantu mengatur tekanan darah dan sistem kekebalan tubuh selama datangnya krisis, baik krisis fisik ataupun emosional. Kortisol baik untuk membentuk cadangan energi dan meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Masalahnya, stres yang tak kenal lelah juga dapat membuat tubuh waspada dan membuat manfaatnya berubah merugikan. Kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur, menekan sistem kekebalan, menyebabkan kenaikan gula darah, dan kenaikan berat badan.
Masalahnya, stres yang tak kenal lelah juga dapat membuat tubuh waspada dan membuat manfaatnya berubah merugikan. Kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur, menekan sistem kekebalan, menyebabkan kenaikan gula darah, dan kenaikan berat badan.
“Ketika terjadi lonjakan kortisol, hormon ini memberitahu tubuh untuk makan banyak kalori, taktik bertahan hidup yang membutuhkan energi besar untuk melarikan diri predator. Namun taktik ini tidak efektif jika mencemaskan banyaknya tagihan yang harus dibayar,” kata Shawn Talbott, PhD, ahli biokimia gizi sekaligus penulis buku ‘The Cortisol Connection’.
Untungnya, tubuh telah berevolusi untuk menangkal lonjakan ini, yaitu dengan melakukan relaksasi. Seperti dilansir prevention.com, berikut adalah delapan cara yang mengejutkan untuk memangkas kadar kortisol hampir separuh.
1. Meditasi = Mengurangi Kortisol 20 persen